La Giralda dan Gema Adzan yang Tertinggal

Giralda Twin Koutoubia

The twin sister! Inilah dia dua menara adzan yang dibangun pada masa yang bersamaan di abad ke-12. Menara yang satu berada di utara Afrika, sementara yang satunya berada di selatan Eropa. Menara yang satu masih mengumandangkan adzan hingga kini, sementara yang satu… berubah menjadi menara lonceng 🙂

Alkisah pada masa Khalifah Abu Ya’qub Yusuf di tahun 1184, seorang arsitek bernama Ahmad Ibn Baso membangun minaret atau menara adzan. Menara adzan ini menempel dengan masjid agung kota Sevilla saat itu. Pembangunannya rampung pada tahun 1198 dan kelak menara tersebut menjadi bangunan tertinggi di Sevilla selama 800 tahun lamanya.  Ilmuwan matematika dan astronomi Jabir ibn Aflah (Geber) juga disebut-sebut ikut andil dalam proses pendesainan. Untuk yang belum tahu, Geber inilah yang pertama kali merumuskan cikal bakal konsep trigonometri. Sekarang, menara ini lebih dikenal dengan sebutan Giralda.

IMG_7731.JPG

Prasasti tentang sejarah pembangunan Giralda, ditulis dalam bahasa Spanyol dan Arab

Setelah kekhalifahan Islam di Sevilla jatuh pada tahun 1248, masjid kota lalu diubah menjadi gereja. Komplek bangunan tersebut lalu rusak parah dalam gempa bumi 1356, menyisakan menara Giralda yang lolos dari kehancuran. Tahun 1401, dibangunlah katedral kota Sevilla di atas lokasi yang dulunya area masjid. Fungsi Giralda kemudian berubah menjadi menara lonceng.

Pembangunan Katedral Sevilla selesai dalam waktu 100 tahun (1402-1506).  Katedral Sevilla dengan luas 11.500 meter persegi, adalah katedral terbesar ketiga di dunia setelah Katedral St. Paul  di London dan Basilika St. Peter di Roma.

Sebagai informasi selingan, di pintu masuk ke Katedral, Puerta de San Cristobal, terletak makam Christopher Columbus. Makam itu awalnya disimpan di Havana, Kuba, di mana Columbus pertama kali mendarat di 1492. Namun setelah pemberontakan dan Kuba menyatakan kemerdekaannya dari Spanyol pada tahun 1898, jenazah tersebut dibawa kembali ke Sevilla ke tempat keluarganya tinggal selepas Columbus berlayar mencari dunia baru.

IMG_7704.JPG

Tulang atau sisa jasad Columbus terbaring dalam kotak di dalam Katedral yang disangga 4 orang sebagai simbol kerajaan Leon, Castilian, Aragon, dan Navarra.

Kembali ke Giralda…. Menara Giralda ini memiliki tinggi 104 m2. Untuk mencapai ke puncak, kita harus melewati “lantai-lantai”. Tiap tingkatnya, “lantai” atau ramps ini dihubungkan dengan jalur yang menanjak tanpa tangga! Jadi, berabad yang lalu mu’adzin akan berkuda hingga ke puncak menara untuk lalu mengumandangkan adzan dari atas. Itulah sebabnya bangunan didesain tanpa tangga supaya bisa dilewati oleh kuda.

IMG_7733.JPG

Jalan yang menanjak tanpa tangga di dalam Giralda. Tiap ujung tanjakan diberi nomor petunjuk lantai

IMG_7735.JPG

Nomor petunjuk posisi lantai. Jumlah total lantainya adalah 35 tingkat

Pada tahun 1568, di masa Renaissance, arsitek Hernán Ruiz the Younger menambahkan atap dan 17 tangga ke puncaknya sebagai tempat menaruh lonceng. Selain itu, ia juga menambahkan patung perunggu dengan baling-baling penunjuk cuaca/angin, yang dikenal sebagai el Giraldillo (dia yang berubah). Sejak itu lah, bekas menara adzan ini dinamakan La Giralda dan menjadi simbol kota Sevilla.

IMG_7805.JPG

Giralda dan sebagian bangunan Katedral

IMG_0149.JPG

Replika Masjid dan La Giralda sebagai Menara Adzan

Jika sudah sampai ke puncak Giralda, kita pun akan disuguhkan dengan pemandangan kota yang cantik . Ini lah sesungguhnya upah mengesankan yang diterima mu’adzin ketika mengumandangkan adzan berabad yang lalu. Pemandangan yang tak sembarang orang bisa mendapatkan.

IMG_7775.JPG

Salah satu sudut kota Sevilla dilihat dari puncak Giralda saat ini

Bayangan saya lalu meluncur ke masa lalu. Ketika mu’adzin dengan kudanya yang gagah melaju ke puncak menara. Suara adzan yang ia lantunkan kemudian mendayu-dayu di bawa angin, mengajak orang-orang yang beriman untuk menunaikan kewajibannya. Maka mungkin, pemandangan ini lah yang paling indah… Pemandangan yang jauh lebih indah dari yang bisa saya rasakan. Saat barisan orang dari 4 penjuru mata angin melangkah beriringan. Menuju tempat bersujud, yang sekarang tinggal kenangan…

Dan bukalah telingamu pada tiap undak yang kau pijak. Mungkin di balik lonceng yang berdenting, ada samar suara adzan yang hatimu dengar. – Perahu ke Negeri Timur.

riana sig

One thought on “La Giralda dan Gema Adzan yang Tertinggal

  1. Pingback: Seberkas Cahaya dari Andalusia | Keluarga Ibrahim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s