Riana dan Triana: Sebuah Cerita tentang Distrik di Jantung Andalusia

Medio Oktober, 2013

“Nggak recommended, kata Christie kejauhan,” begitu laporan suami saya sepulangnya dari HRD dengan membawa list calon apartemen untuk kami sewa.

Di kantor suami, masalah sewa rumah memang dipantau oleh mereka. Alasan paling mendasar sih, karena orang Spanyol jarang sekali yang berbahasa Inggris. Jadi, untuk newcomer seperti kami yang Spanish-nya nol, akan dibantu pengurusan kontraknya. Bagaimana pun juga, kita kan tetap harus berhati-hati kalau sudah menyangkut urusan legal begini.

Apa boleh buat, akhirnya pilihan Barrio/Distrik yang ada bagi kami adalah di sekitar Centro, Alameda, atau Triana. Centro jelas tidak masuk hitungan. Selain terlalu ramai, harga sewanya juga lebih tinggi. Alameda, kok rasanya nggak masuk di-feeling ya. Nah, berarti Triana. Tinggal ini lah daerah yang tersisa.

Singkat cerita, setelah dua minggu suami saya melakukan perburuan, tinggal lah kami di satu apartemen berkamar tiga di Triana. Cerita tentang masa-masa pertama kami di Sevilla bisa di klik di sini.

Tak kenal maka tak sayang. Maka sambil berorientasi secara langsung di lapangan, saya juga mencari-cari informasi lebih lanjut tentang Triana. Googling sana, googling sini, banyak fakta yang kemudian membuat saya terkesan.

View Triana.jpg

Pemandangan dari Jembatan Triana

Triana terkenal sebagai distrik yang “Sevilla banget”. Karakteristik penduduknya khas Sevilla yang kental dengan kultur/budaya lokal. Bisa jadi, karena lokasi Triana yang memang terpisah sendiri dari kota Sevilla. Distrik ini memang berada di tepi sungai Guadalquivir atau yang pada masa Islam lebih dikenal dengan nama Al Wadi Al Kabir. Jembatan Triana dikenal sebagai salah satu ikon kota yang cantik dan memiliki view yang juga indah.

IMG_0629

Gerai Pengrajin Keramik di Triana

Triana populer di mata wisatawan sebagai sentra pengrajin keramik khas Andalusia. Selain itu, Triana juga dikenal sebagai distrik yang sangat religius. Salah satu perayaan Semana Santa (Paskah) yang terbesar di Sevilla, diadakan di sini.

IMG_0906

Nazarenos, dalam perayaan Semana Santa di Sevilla

Saya sendiri merasakan betapa religiusnya distrik ini. Gereja berdiri di hampir setiap sudut. Dalam radius 500 m dari tempat tinggal kami saja setidaknya ada 3 gereja. Meskipun di balik itu, ada informasi dari seorang kawan tentang fenomena ini yang membuat hati saya mengharu biru…

Do you know that every single church here was used to be a mosque centuries ago?

Kamu tahu nggak, kalau setiap gereja di kota ini dulunya adalah masjid berabad yang lalu?

Ahh… Pantas saja… Bukan kah sudah biasa bagi kita di Indonesia, atau di negara muslim/mayoritas muslim lainnya, jika masjid atau musholla tersebar di banyak tempat? Simply karena kita, para muslim, harus beribadah 5 waktu. Bagi yang tidak hanya berdiam di rumah atau tempat kerja, tentu lah membutuhkan ruang-ruang sholat ketika bepergian keluar.

Jujur, informasi ini kemudian membuat saya, kalau istilah kekiniannya, baper. Kebawa perasaan. Membayangkan berabad yang lalu, dari tempat saya berdiam sekarang pasti lah terdengar adzan yang bersahut-sahutan. Sungguh, betapa mudahnya Allah membolak-balikkan keadaan!

Seiring dengan waktu, rasanya sudah hampir seluruh sudut di Triana kami tapaki. Sampai pada suatu hari kami menemukan satu museum kecil persis di samping Pasar Triana di pinggir jembatan Puente de Triana. Castillo de San Jorge. Museum ini dulunya adalah sebuah kastil yang saat ini hanya tersisa reruntuhannya. Dari luar hanya terlihat pintu masuk, tapi begitu menjejakkan kaki ke dalam, suasana muram pun mulai menyelimuti.

IMG_8683

Replika Kastil di Masa Lalu

Castillo de San Jorge juga dikenal dengan Castle of Inquisition. Ya, karena memang begitu lah faktanya! Pada masa peralihan dari peradaban muslim ke kerajaan Castilian di Sevilla di abad ke-12, kastil ini menjadi tempat pemaksaan/penyiksaan bagi orang-orang yang tidak mau tunduk terhadap Raja. Pemerintah sendiri mencanangkan tempat ini sebagai monumen pembelajaran dari masa lalu. Bahwa saat ini, pemaksaan terhadap agama tidak dibenarkan.

Yang membuat sedih, informasi yang tertera hanya menyebutkan bahwa “korban-korban dari tindak pemaksaan ini berasal dari penganut Yahudi dan ‘agama lainnya’ yang tidak mau tunduk”. Yah, walaupun pemerintah tidak pernah secara eksplisit menyebutkan para muslim, secara logika sudah jelas bagi kami bahwa muslim adalah korban yang terbanyak…

IMG_8686

Reruntuhan Kastil yang Tersisa Saat Ini

Tak lama dari kunjungan kami ke Castillo de San Jorge, sebuah museum keramik kemudian dibuka di dekatnya. Sebenarnya sih, mengunjungi museum keramik is not really our thing. Tapi berhubung dekat dengan rumah dan memanfaatkan KTP Sevilla yang bebas biaya masuk, jadi lah kami iseng main ke sana.

Kesan pertama, untuk penggemar seni dan seni keramik pada khususnya, tempat ini dijamin akan mencuri perhatian. Di museum ini, pengunjung akan diberi informasi tentang bagaimana sejarah masuknya kerajinan keramik di Spanyol, cara membuatnya, lalu perkembangan seni keramik dari dulu hingga sekarang.

Tapi bukan, bukan itu yang menarik perhatian kami. Di akhir kunjungan, kami melihat sebuah lukisan yang dibuat dari mozaik-mozaik keramik yang bersusun. Dan gambar yang terlukis di sana lah yang kemudian membuat hati kami mencelos!

IMG_4317.JPG

Lukisan ini menggambarkan tentang proses “reconquista” di Sevilla. Ketika kerajaan Castilian akhirnya berhasil mengambil alih kekuasaan dari kekhalifahan muslim. Yes, the Spanish, they do take it deeply…

IMG_0139.JPG

Diorama yang Menggambarkan Situasi Reconquista. Di sisi kiri sungai adalah Triana, sementara di sisi kanannya adalah kota Sevilla.

Getir hati saya semakin menjadi ketika tahu bahwa Triana adalah benteng terakhir pertahanan kaum muslim sebelum akhirnya takluk. Tembok kota yang sebagian masih tersisa sampai sekarang, menyisakan cerita heroik akan kejatuhan Sevilla ke tangan kerajaan Castilian yang membutuhkan waktu hingga 10 tahun! Dengan embargo perdagangan dan pengepungan yang kemudian melemahkan di tahun ke-8 sampai akhirnya benar-benar tunduk dan tumpas.

Dan Triana adalah titik terakhirnya.

Duhai Allah, tak terperi rasanya hati ini membayangkan. Dari tempat saya tinggal sekarang, dari tempat saya menulis cerita ini, suara adzan pernah bersahut-sahutan. Dan darah para syuhada, darah orang yang mencinta dan Kau cinta pernah mengalir di atasnya……

 

8 thoughts on “Riana dan Triana: Sebuah Cerita tentang Distrik di Jantung Andalusia

    • Iya mbak, bagaimanapun peradaban Islam pernah berada di sini sampai 8 abad lamanya. Termasuk misalnya ilmuwan Islam, Averroes (Ibnu Rusydi) itu kelahiran Spanyol. Dan msh bnyk peninggalan2 Islam dari segi iptek juga seni budaya selama berada di sini.

      Like

  1. Mbak Riana..
    Selalu enjoy, takjub dan baper banget dengan semua tulisan di blog ini. Seperti nya kalo jadi buku akan laris manis..

    Like

  2. Assalamualaikum, aduh saya merinding-rinding bacanya, ikut baper sedih Islam disana jadi minoritas ya hiks..hiks. Lagi browsing contoh blog keluarga untuk blog saya eh ketemu ini kebetulan kakak saya akan menikah dg orang Spanyol kalau ga salah di Sevilla jg lupa lagi tanya tp blm jawab hehe..Mba Riana msh disana? Kalau masih saya nitip kaka saya ya kalau nanti beliau kesana, kalian siapa tau bisa berteman baik. Berharap saya juga bisa berkunjung kesana someday, aamiin.. blog yang indah mba..salam kenal dari saya 🙂

    Like

    • Alaikumussalaam mbak Denis… Wahhh semoga di Sevilla ya… Walaupun sayangnya saya sudah nggak tinggal di sana lagi sejak Juli ini. Feel free kalau memang ada yang ingin ditanya-tanya.. Semoga mbak Denis juga berkesempatan ke sana 🙂

      Like

  3. Pingback: Seberkas Cahaya dari Andalusia | Keluarga Ibrahim

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s