hari pertama di gothenburg

alhamdulillah.. nyampe jugaaa… setelah sempet ada huru-hara di soekarno hatta (cerita menyusul). akhirnya sampai juga di gothenburg, sweden! kenapa bisa terdampar disini? because my husband is taking a PhD degree here, at chalmers university of technology. dan saya? sedang berdoa dan berusaha mudah2an bisa ikutan sekolah, amiin. kesan pertama: banyak banget orang baik disini! sampe-sampe…

zipper alias seleting?

hari ini dimulai dengan kegaduhan seperti biasanya menjelang jumat lusa.. perasaan urusan kok gak abis-abis yaaaakk! refreshing dulu… hari ini beli majalah CHIC the newest edition, trus salah satu front title-nya adalah: 54 brilliant inventions. iya, saya juga gak paham, kenapa ya angkanya harus 54? anyhoo berita di dalamnya cukup menarik, saya baca sampai habis..…

hari-hari melankolis

kata mas-ku.. semua hari dalam minggu ini adalah hari terakhir kita sebelum berangkat.. hari sabtu terakhir.. hari minggu terakhir.. hari senin terakhir.. hiks, emang gak bisa ya pulang tiap minggu? ato tiap bulan deh maas.. . kata mas-ku.. minggu ini kamu boleh tidur di kamar mamah sama bapa deh.. tapi rasanya gimanaa gitu ya…. padahal…

nasionalisme orang desa

tujuhbelasan tahun ini kebetulan saya pulang ke kampung halaman bapak ibu saya di bungbulang, garut, jawa barat. oleh-olehnya… foto pawai 17an! pawai di kecamatan bungbulang rutin dilakukan tiap 17an dan terdiri dari beberapa kontingen yang terdiri dari masing-masing desa. nah, tiap kontingen ini dipertandingkan untuk kemudian menjadi juara umum pawai 17an. yuk kita liat yuuk…

tangis hamim kecil

saya terlahir dari keluarga pesantren di garut – jawa barat, tapi nasib membawa saya lahir dan besar di jakarta. nasib juga yang membawa saya untuk bisa menikah dengan suami saya, yang bergaris kuat pesantren jawa timur-an. meskipun saya berasal dari keluarga pesantren, tapi karena pengelolaan pondok tidak berada langsung pada garis kakek dan nenek saya,…