Trip to Italy: Venezia, jadi backpacker bukan, jet-setter juga belum

Alhamdulillah 2 minggu yang lalu saya berkesempatan untuk mentafakuri ciptaan Allah di belahan bumi yang lain selama 5 hari, tepatnya di Italy, negara dimana lebih banyak jumlah laki-laki gantengnya daripada jumlah perempuan cantik hihihi.

Perjalanan kali ini sudah diset sejak 2 bulan sebelumnya, saat tiket pesawat kesana sedang murah-murahnya. Tentu saja perjalanan kali ini pun perjalanan ala kami yang menjunjung tinggi prinsip ekonomi, perjuangan sekecil-kecilnya untuk meraih untung sebesar-besarnya :mrgreen:

Masih ingat dengan trip ke Stockholm? Perjalanan kami kali ini pun dilengkapi dengan bekal andalan, satu kotak penuh nasi putih, satu kotak penuh kentang goreng, dan satu kotak penuh sosis. Targetnya: cukup mengganjal perut sampai 2 hari 😉

Mendarat dengan mulus di Orio el Serio, perjalanan dilanjutkan ke Milano Centrale, stasiun kereta api internasional di Kota Milan. Kenekatan pun membawa kami untuk langsung bablas ke Venezia. Pikir punya pikir, kami memilih untuk naik kereta yang tiba paling malam sehingga bisa menghemat lembaran euro, atau dengan kata lain, numpang nginep aja di stasiun.

Tiba di stasiun Venezia S. Lucia pukul 12 malam, udara dingin mulai terasa merasuk persendian. Beberapa backpacker terlihat sudah siap dengan sleeping bag-nya. Tidur DI LUAR stasiun. Kejam. Stasiun di Venezia memang ketat dan menutup stasiunnya untuk umum setelah lewat pukul 12 malam. Oh nasipp, posisi kami memang serba nanggung. Backpacker bukan, jet-setter juga belum hehehehe. Mau tidur di stasiun tapi gak punya persiapan selayaknya backpacker (padahal di luar angin musim dingin menggigit-gigit), mau tidur di hotel juga sayang karena kami tiba jam 12 malem. Rugi dong,, keluar duit cuma buat dinikmatin dikit. Tapi takdir berkata lain, ujung-ujungnya kasur hotel memang lebih menggoda hiks hiks hiks.

Pagi harinya kami pun mulai menjelajah. Venezia adalah kota yang populer dengan transportasi air. Posisi jalan raya sepertinya jadi nomor dua disini. Seringkali boat umum yang saya tumpangi berpapasan dengan boat-boat pribadi bersupir yg mengantar sang nyonya dengan mantel bulu-bulunya hilir mudik di jalur transportasi air. Bahkan ada juga taxiboat yang interior dalamnya MasyaAllah lux-nya! Selain wisata air dengan boat atau sukur-sukur gondola, tempat yang wajib dikunjungi disini adalah Piazza dan Basilica san Marco.

Sepanjang perjalanan, kami beberapa kali ketemu dengan orang Malaysia, Philippine, dan berkali-kali disangka termasuk dalam komunitas mereka. Entah berapa kali ketemu orang-orang yang langsung mengajak ber-tagalog-ria di tengah jalan. Suami saya pun sudah jarang disapa “Ni Hao Ma” lagi seperti waktu dia ke Jerman, hihihi. Mungkin karena pengaruh jalan sama saya yang berjilbab, jadi sering dikira Malaysia. Tapi ini terjadi sebelum kami mampir ke kios souvenir. Sambil berapi-api menawarkan “mini guide venice”-nya, si penjualnya bilang: oya, buku ini terdiri dari berbagai bahasa lho!! Coba aja kamu liat sendiri yang mana bahasa kamu, yang ini apa yang ini? –sambil nunjuk bahasa jepang dan bahasa cina— GUBRAKK!!

Oya, supaya gak bosen makan bekel, dan sebagai bukti tidak tertulis bahwa kami sudah pernah pergi ke itali, tentu aja kami gak lupa untuk mencicipi pizza tradisional khas Italy. Tenang…, pilih aja menu yang vegetarian, banyak kok dimana-mana. Pizza tradisional memang yahud rasanya, bentuknya tipis tapi lebar, kulitnya krispi dan kejunya ajiibb.. hehehehehehehe

Menikmati venezia cukup 1 hari, dan tujuan selanjutnya adalah Roma…..

Berbagi Pengalaman dan Tips di Venezia:

  1. Kalau memang ingin berhemat, carilah hotel/hostel yang murah melalui internet terlebih dulu karena kalau kemalaman dan butuh penginapan segera, di dekat stasiun (S. Lucia) tidak terdapat hostel, dan hotel yang tersedia relatif mahal untuk budget traveler.
  2. Jangan lupa dengan kebiasaan transportasi dalam kota di eropa, beli tiket on-board udah gak jaman lagi. Menurut saya, venezia cukup hanya dikunjungi 1 hari, sehingga pilihan tiket yang tepat adalah tiket 24 jam atau malah 12 jam seharga 14 Euro per orang. Ini akan jauh lebih murah ketimbang beli yang berlaku 75 menit seharga 6 Euro. Oya, dan tentu saja tiket ini valid untuk segala jenis transportasi dalam kota Venezia baik darat maupun air (namun pastinya tidak termasuk taxi apalagi gondola). Jangan lupa untuk selalu mem-validasi tiket di dermaga sebelum naik ke dalam boat! Untuk bis, mesin validasi sudah ada di dalam bisnya.
  3. Masalah makanan bagi muslim, silakan pilih menu pizza vegetarian (banyak dimana-mana). Jangan lupa baca doa dulu, insyaAllah halal. Kebetulan saya gak nemu (dan gak nyari) restoran halal di Venezia.

7 thoughts on “Trip to Italy: Venezia, jadi backpacker bukan, jet-setter juga belum

  1. gile ri..mau dong ke eropa…
    oiya, emang di tempat lain itu boleh nginap di stasiun ya ri? trus, para backpaker itu tidur di luar stasiun alias di pinggir jalan gitu? emangnya boleh yah, ga diusir polisi yah?

    Like

  2. @ anggun
    amiin2, ke italy gak seru kalo gak sama suami hihihi 😉

    @ dimas
    klo di venezia, mereka tidur di luar stasiun (teras), soalnya klo di dlm di usir polisi. sebenarnya stasiun emang blmterlalu populer buat nginep sih. lain halnya sama airport, ada website khusus yg bisa dijadiin referensi buat (klo kepepet) nginep d airport: sleepinginairport.com
    baca deh mas, baguss. soekarno-hatta termasuk dlm list “the worst airport. to stay” sangat representatif sekali bukan :mrgreen:

    Like

  3. tolong diajari cara ke italy saya mau ke milan giusepe meaza, dari indonesia naik apa yahh?? delman? saya blum pernah ke luar negeri ?apa yang saya perlukan ? harus urus apa aja ….kikui bales ke email saya yahhh jgn lupa bagi2 infonya thx

    Like

    • helooo tengkyu udah mampir 🙂
      berangkat ke itali-nya dari mana dulu nih? kalo dari sesama negara eropa, aku bisa kasih gambaran plus dijamin budget bisa ditekan 😉
      kalo dari indonesia, coba baca bukunya Marina Silvia “6 bulan keliling Eropa dengan USD 1000” mungkin bisa menginspirasi.

      Like

  4. Pingback: 1st time travelling with baby: Budapest « ada cerita apa hari ini??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s