cerita tentang sebuah pelarian

masih ingat cerita saya ttg kawan baru dari eritrea? ya, hari ini sudah hampir 3 bulan kebersamaan saya dengan teman-teman sekolah bahasa. kami sudah semakin akrab dan mulai banyak ngobrol satu sama lain. walaupun masih pake bahasa inggris dan kadang diselingi bahasa tarzan hehehe..

dari 3 orang kawan saya yg berasal dari eritrea, saya paling akrab dengan yg laki-laki. bukan apa-apa, masalahnya yg paling fasih bahasa inggrisnya cuma dia diantara 2 kawannya yg lain.

kemarin, kebetulan saya lagi iseng merhatiin bahwa dia pake cincin kawin. lanjut aja saya tanya, “kamu udah nikah ya?”. dia jawab, “ya, tp istri dan anak perempuan saya tinggal di inggris”. saya tanya lagi, “lho, kok bisa? kenapa kamu disini? kenapa gak tinggal sama mereka?”. dia jawab, “karena mereka pergi dari negara saya ketika saya sedang dipenjara”.

dan mengalirlah cerita ttg apa yang selama ini hanya saya dengar dari tv. negara mereka tidak sedang dalam keadaan perang kawan. tp pemerintah disana membelenggu kebebasan mereka dalam berkeyakinan. yang saya tidak habis pikir, meskipun teman saya itu beragama sama dengan pemerintah, tp karena mereka berbeda aliran, maka teman saya harus dipenjara selama 1 tahun! pun ditambah bahwa memang teman saya adalah aktivis. anyway, bukan. negara mereka bukan negara muslim.

teman saya bilang, “semua keluarga saya sudah keluar dari negara saya. hanya saya yg waktu itu tertinggal karena harus dipenjara”. saya tanya, “lantas, kenapa kamu ada disini? kenapa kamu memilih tinggal disini? kenapa gak di inggris dengan keluarga kamu?”. dia jawab, “karena cara saya berbeda dengan keluarga saya. saya keluar dari negara saya dengan cara ilegal”.

dan kawan, tahukah kamu apa yg dimaksud dengan cara ilegal? mereka harus membayar puluhan ribu dollar kepada agen dari negara tetangga untuk bisa menyalurkan mereka ke negara-negara eropa. sementara untuk mencapai negara tetangga tersebut, mereka harus mengarungi gurun, gurun, dan gurun. SELAMA 7 HARI DENGAN BERJALAN KAKI.

sungguh saya gak bisa membayangkan bagaimana penderitaan mereka.

teman saya sekarang ini tidak memiliki paspor negaranya (kebayang? he is a citizen of nowhere! jadi inget film “The Terminal“..). tapi dia memiliki swedish ID card karena hidupnya ditanggung oleh pemerintah swedia. dan tentang keluarganya, tenang kawan.., aplikasi kepindahannya ke inggris sedang diurus saat ini. semoga 2 tahun pengorbanannya jauh dari keluarga bisa segera usai.

denger cerita ini, saya jadi lebih bersyukur. sejelek-jeleknya negara saya, ternyata masih jauh lebih baik dibandingkan negara-negara lain nun jauh disana.

ahh.. dunia. kapan sih kita bisa hidup damai?

6 thoughts on “cerita tentang sebuah pelarian

  1. kasian yaa,mudah2an bisa cepet ngumpul sama anak istrinya….swedia juga hebat ya..mau nampung2 warga negara luar,disini boro2 warganya sediri gak ada jaminan

    Like

  2. Alhamdulillah Indonesia ga kaya gitu. moga2 dia cepet kumpul ama negaranya. Btw, Swedia itu emang kaya banget ya Mbak? Les bahasa gratis, mau nampung imigran yg ga punya paspor?

    ~btw lagi, wajar aja orang eritrea ga tau cara menulis Indonesia. Wong kita aja pas nyemangatin atlet, sering bilang “Endonesa dong…dong…dong…dong…dong!!!” 😀

    Like

    • wah mas agung.. lama gak mampir nih, hehe..
      si temen saya itu tgl 18 juni ini akhirnya berangkat.. saya tanya: kamu kan ga punya paspor, trus pake apa? dia bilang: pake swedish travel document..

      yup, swedia memang kaya.. karena pajak yg ditarik dari penduduknya juga besar.. 30% dari total penghasilan. sebagai gantinya, sekolah gratis, rumah sakit gratis, dll..

      satu hal lg, swedia juga terlalu baik sama imigran (lah emangnya saya apa, huehehe).. maksudku imigran yg korban2 perang dll dsb itu.. mereka ganti kewarganegaraan, beranak pinak disini.. tapi mannernya.. duh,, ampun deh! susah banget diubah! bisa jadi satu cerita menarik sendiri kalo ngomongin mereka. sayangnya saya gak berani untuk ngomong di forum yg terlalu terbuka seperti ini hehe..

      Like

  3. Pingback: 20 days more to go.. « ada cerita apa hari ini??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s