karena setiap kehamilan itu berbeda… (tapi sama)

masing-masing orang punya kisah kehamilan yang berbeda. bahkan orang yang sama pun bisa punya cerita yang beda… meskipun rahimnya ya itu itu juga :).

alhamdulillah, terhitung hari ini berarti usia kehamilan kedua saya sudah hampir 38 minggu. sudah bisa dinyatakan full-term. the baby may come anytime she/he wants! …but wait for enin to be here ya dek, aamiin 😉

waktu hamil Raya, saya sama sekali gak sadar kalo lagi hamil sampai akhirnya usia kehamilan/UK minggu ke-7 *itu juga karena iseng ngabisin test pack yang mo expired, kalo enggak mungkin lebih telat lagi sadarnya*. setelah nge-tes pun gak kerasa seperti orang hamil, sampe akhirnya minggu ke-9 mulai mual-mual.

sementara hamil si adek ini, sejak 2 minggu sebelum nge-tespack (kira2 UK minggu ke-4), saya udah mulai mual-mual… males makan, enek. bilang ke suami malah dikira bercanda, dikira alasan aja biar gak makan. hadeeeehhh. intinya, saya udah feeling hamil sejak belum ketahuan telat menstruasi.

nah, ngomongin perbedaan kehamilan kayanya terlalu mainstream *duileee, asumsi ngarang hehe. sekarang saya mau coba cari persamaan di balik perbedaan-perbedaan tersebut.

Mudik dan Travelling

meskipun hamil pertama (H1) ketahuan positif di Swedia, tapi sebenarnya kalo ditelusuri made in Indonesia (Jakarta? Tangerang? Blitar? ato jangan-jangan Melaka, Malaysia?). masih menjadi misteri hingga saat ini wkwk. artinya, ketika saya balik ke Swedia lagi, saya sudah dalam keadaan hamil muda (tapi gak nyadar). lari-larian ngejar flight di frankfurt, sudah dalam keadaan mengandung Raya (yang waktu itu sepertinya masih sebesar biji wijen).

sementara si adik (H2), sempat dibawa ibunya jalan-jalan ke Bratislava, Vienna, dan Praha, sambil “bantuin” ngangkat stroller kakaknya. pulang dari travelling langsung tes, dan alhamdulillah positif… 3 hari kemudian, dibawa mudik ke Indonesia dan begitu di usg, ternyata UK hampir 7 minggu. trus… balik lagi ke Swedia UK 11 minggu.

alhamdulillah, semoga pertanda anak-anak saya kelak jadi traveller yang tahan banting :mrgreen:

Moral of the story: jangan terlalu paranoid untuk bepergian/naik pesawat selama hamil. kenali tubuh kita, kita yang tau sebatas apa kemampuan kita. tentunya setelah konsul secara medis juga *walaupun di dua kehamilan saya, gak ada yang dikonsultasikan terlebih dulu sebelum bepergian hihi -jangan ditiru!- gimana dong, pas H1 perginya belum tau kalo lagi hamil… begitu juga H2. walaupun akhirnya perjalanan berikutnya udah tau kalo hamil, tapi jaraknya cuma 3 hari dari hasil positif ke jadwal terbang. mana lah mungkin di Swedia bisa ketemu bidan dadakan kalo gak urgent 😛

Mual

walaupun dirasakan lebih lambat, mual di H1 cenderung lebih berat dari H2. sebenarnya mual saya gak sebegitu beratnya seperti ibu-ibu yang lain sampe muntah berkali-kali, tapi cukup mengganggu lah. persamaannya, sama-sama bermusuhan dengan ayam (oh what is wrong with you dear chicken? T_T).

Moral of the story: eeerrrmmm.. mual pasti berlalu? saya tau banget, ada beberapa bumil yang mengalami hiper-emesis sampai di akhir kehamilannya. tapi bagaimanapun, cepat atau lambat, mual itu pasti akan hilang. cobaan yang berat insyaAllah dibalas dengan imbalan yang setimpal selagi kita ikhlas dan sabar *i know, kalo cuma ngomong sih gampang. doa saya untuk bumil-bumil yang sedang berjuang dengan mualnya!*

Jatuh

yak, saya mengalami jatuh di 2 kehamilan saya. waktu H1, jatuh di jalan karena terpeleset es di UK 3 bulan. sementara H2, jatuh di jalan …lagi-lagi karena terpeleset es di UK 8 bulan.

Moral of the story: selagi gak keluar apapun dari jalan lahir, gak usah panik. cek aja gerakan janin, kalo normal-normal aja insyaAllah gak apa-apa. kontraksi sesudah jatuh itu biasa, asal cuma sebentar *senyum kalem*

USG

di Swedia, lazimnya USG hanya dilakukan sekali di antara minggu ke 18-20 untuk ibu berusia di bawah 35 tahun. namanya USG morfologi, untuk mengetahui kondisi janin secara detail dan menyeluruh hingga organ-organ dalamnya. kalo semua normal dan tidak ada komplikasi, ya sudah cukup sekali itu aja. kalo mau USG lagi, bisa datang ke private clinic dengan harga yang lumayan. walaupun begitu, untuk usia di atas 35, akan dirujuk juga USG di awal kehamilan (CUB/untuk mendeteksi kemungkinan janin mengalami gejala down syndrome atau tidak). oya, USG nya dilakukan khusus di RS, bukan di tempat biasa kita konsultasi dengan bidan.

entah kenapa, rezeki saya (hehe), baik H1 dan H2 sama-sama di USG 2x! semua kejadiannya setelah saya USG morfologi di RS. waktu H1, ceritanya pas kontrol ke bidan di minggu ke-30an, ada alat USG nangkring di ruangannya. terus bidan saya nawarin, “eh lagi ada alat USG nih, kita intip bayimu yuuukk”. alhamdulillaah.. rezeki. gak perlu bayar bisa dapat USG ke-2 hehe. sementara H2 ini, waktu UK saya 35 minggu, kandungan saya sempat turun. alhasil, untuk ngecek kondisi bayi, saya pun di USG. alhamdulillah gak ada masalah, ya walaupun turunnya kecepetan hehe. tapi jadi rezeki juga kan, dapat USG ke-2 hihi :mrgreen:

kiri: kakakkanan: adik

kiri: kakak
kanan: adik

Moral of the story: memang ya, kalo udah rezeki gak akan kemana! :mrgreen:

2 thoughts on “karena setiap kehamilan itu berbeda… (tapi sama)

  1. Tambah lagi nih pointnya… Kehamilan yang ini Riana jadi rajin bikin roti sendiri, mulai dari roti boy, roti unyil, semla, dan sebagaimana…. dari hamil jadi semakin rajin menyajikan masakan rumahan nan sehat. Semoga terus sehat ya adik Raya dan Riana.

    Like

  2. Wah…menarik benar nih Riana ceritanya. Kakak juga begitu lo, waktu hamil Stephanie ga tau sama sekali karena hampir tiga thn ga hamil2 dan akhirnya ga peduli lagi alias lupa ngitung tgl. Kk waktu itu kerja sbg cleaning service di hotel Opera, tapi semua sehat2 aja. Eh setelah Steffie, kk ke guguran 2 kali dan ketiga malah sdh hamil 27 minggu. Waktu itu kk traveling dgn teman2 Swedia mulai dr Malaysia, Singapore, Bali, Yogya, Bandung, Jakarta, Padang dan Danau Toba, hasilnya tubuhnya ga sanggung kali dan kk kehilangan bayinya. 2 thn kemudian hamil si Philip, ini juga ga ketahuan, kk dah pasrah pokonya, waktu kami jln2 naik kpl Silja line ke Finland ama Ade, Iip, erlanga dan Dodo. Angin östersjön dan gelombang cukup mengerikan, Saljupun turun banyak sekali, kakak kira waktu itu mabuk laut ternyata hamil Philip yg ke 4 minggu. Cek dokter dan karena sudah berkali-kali gagal dan waktu itu juga kk dapat pendaran juga makanya kakak lsg disuruh bedrest total sampai akhir masa kehamilan Philip. 2 minggu sebelom Philip lahir kk malah udah jadi pasien di ÖS, karena mereka harus liat tinggi gula kk yg sangat mempengaruhi detak jantung Philip. Alhamdullilah sampai lahir si Philip semuanya lancar. Insya Allah Riana akan melahirkan dengan lancar juga ya…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s