Spanish Trivia: Apalah arti sebuah nama…

Belajar bahasa, terutama di negara asalnya, biasanya tidak melulu hanya soal gramatik dan kosakata. Lebih dari itu, kita ikut belajar tentang kultur-budaya, dan segala sesuatu tentang negara bersangkutan yang tidak banyak orang tahu. Valid dong, pastinya, karena kita belajar dengan orang aslinya dan berada di tempatnya langsung. Alhamdulillaah, ini berarti kali kedua saya mengalaminya. Yang pertama, 5 tahun lalu di Swedia, dan sekarang di Spanyol.

https://theibrahimsfamily.com/2009/03/16/vad-heter-du/

https://theibrahimsfamily.com/2009/05/08/masih-dari-sekolah-bahasa/

Pertemuan pertama saya di kelas Bahasa Spanyol, diawali dengan pertanyaan, “Kamu bisa bahasa apa saja?”. Teman saya yang orang Yunani dan lama tinggal di Brussel menjawab dengan bahasa Inggris, Perancis, dan tentu saja Yunani. Oya, saya satu-satunya makhluk Asia disini. Maklum, belajar bahasa di kantor suami yang notabene kantor komisi Eropa… Jadi teman sekelas saya semuanya adalah orang Eropa.

Lanjut giliran saya, saya jawab saja dengan PD-nya, “Bahasa Indonesia, Inggris, dan Swedia.” Habis itu giliran teman di sebelah, yang ternyata…. orang Finland! Bahasa Swedia kan bahasa kedua di Finland. Matik deh guwe kalo dia ngajak ngomong gimanaaa, batin saya ketar-ketir. Ternyata, selain Swedia, Finland, dan Inggris, dia bisa berbahasa Rusia, Jerman, dll yang saya juga lupa saking banyaknya. Lastly, alhamdulillah dia mengundurkan diri dari kelas bahasa, jadi bahasa Swedia saya aman hahaha.

Oya, kembali ke Spanyol. Waktu saya kuliah S2, saya sempat homestay bersama teman-teman kuliah di Kenya selama 2 bulan. Karena cukup lama itulah, jadi hafal dengan keseharian masing-masing. Teman saya yang orang Spanyol biasanya suka asik ngobrol sendiri dengan teman yang dari Mexico. Saya kagum lho, betapa benua yang memisahkan tetap menyatukan mereka dalam rumpian yang sama 😀

Akhirnya saya tanya ke si Spanyol, “Emang bahasamu sama si Mexico bener-bener sama ya?”. Yang dijawab dengan, “Ada sih sedikit bedanya, kalo ngomong sama dia, aku berasa ngobrol sama kakekku.” Saya lalu menyimpulkan, bahasa Spanyol kan diekspor ke Amerika Latin tuh jaman dulu kala, nah di Spanyol mungkin kesininya lebih berkembang sementara di Latin sana cenderung stagnan…. Anyway, abaikan, ini kesimpulan asal aja hehe.

Kata Shakespeare, “Apalah arti sebuah nama… What’s in a name…” Ya banyak atuh Pak Shakespeare, saya kurang setuju dengan pernyataan ini. Nama menurut saya adalah identitas yang paling melekat dengan seseorang. Dari nama, kita bisa tahu (menebak) asal-usul negara/daerahnya, belum lagi nama seringkali representasi doa dari orang tua terhadap si empunya.

Nah, suatu hari di bulan pertama saya di Spanyol, saya ketemu dengan sesama ibu-ibu yang menjemput anak di sekolah Raya. Ternyata, si anak (cowok) yang dia jemput itu temen sekelasnya Raya. Jadi lah mereka berakrab-akrab. Si ibu nanya nama Raya, terus saya balik dong, nanya nama anak dia juga… (Dia bilang, “Como se llama?” saya tiru aja gitu buat nanya anaknya hahaha).

“Come se llama?” kata saya.

“WA-LU” begitu kata ibunya (dan kata pendengaran saya)

Hahhh, Wa Lu?!?! Melihat wajah saya yang sedikit kaget, si ibu menegaskan lagi, ” Wa Lu.”

Nggak salah… Perasaan sejauh yang saya sadari, saya barusan pindah ke Spanyol deh bukan ke Tiongkok… Lagian ini anak juga gak ada sipit-sipitnya sama sekali…

Baru lah belakangan saya tahu, kalo yang dimaksud Wa Lu adalah Juanlu, singkatan dari Juan Luis (dibaca: Huan Luis)!!!

Lalu ada cerita lagi ketika di kelas bahasa Spanyol. Saat itu kami sedang melakukan tanya-jawab dari buku bacaan. Salah satu nama yang tertera adalah Maribel.

“Kamu tahu kan Maribel?” kata guru saya secara retoris.

Tadinya mau saya jawab, ‘Tahu, judul telenovela kan? Kalo gak salah di RCTI,’ hehehe.

Terus dilanjut sama guru saya, “Maribel itu singkatan nama untuk Maria Isabel.”

Hoalaaaa… Naluri bertanya saya pun muncul, walaupun pertanyaannya kurang bermutu, “Terus kalo Marimar apa dong?”.

“Marimar itu Maria del Mar, Maria from the beach.”

Ahaaa… pantas karakter Thalia di telenovela dinamakan Marimar. Kan memang dia gadis pantai yang miskin ceritanya. Duileee, ketawan deh saya penikmat telenovela dulunya :))

Ya, orang Spanyol memang suka menyingkat nama. Saya sampai kaget sendiri waktu tahu ternyata ada sekian banyak yang bisa dilihat disini. Segala Juan aja ada lebih dari 10: Juanan for Juan Antonio or Juan Andrés, Juancho for Juan José, Juanfer for Juan Fernando, Juanfran for Juan Francisco, Juanjo for Juan José, Juanlu for Juan Luis, dll -__-”

Tapi gak mesti singkatan, yang imut semacam Kiko untuk Francisco juga ada, hehe.

Sebagai penutup, ada sedikit bonus untuk yang berkenan membaca postingan ringan kali ini 😀

Pasti familiar dong, dengan ungkapan, “Jam kulit kurang bulu.” Biasanya jawaban ngasal itu kita dapat kalau nanya waktu ke orang yang nggak pakai jam tangan (duluuuuuuu zaman hape belum eksis hehe). Nah, hari ini saya sedang mengulang pelajaran tentang waktu. Tiba-tiba guru saya ingat sesuatu lalu melepas jam tangan sambil menunjuk pergelangan tangannya, “Kadang, sebagai lelucon, orang yang nggak pakai jam tangan akan menjawab begini ketika ditanya jam berapa, ‘Carne menos hueso’, atau ‘Daging kurang tulang’,” katanya sambil tertawa. Nah lho, kok bisa mirip ya sama guyonan kita? 😀

Salam Semangat Senin,

riana sig

 

 

14 thoughts on “Spanish Trivia: Apalah arti sebuah nama…

  1. “saya jawab saja dengan PD-nya, “Bahasa Indonesia, Inggris, dan Swedia.” ==> kok bahasa Sunda gak disebut… hehehe…

    Baca cerita ttg orang Meksiko dan Spanyol, saya jadi teringat dulu ketika di Belanda ketemu sama orang Suriname keturunan Jawa. Jadi kami ngobrol pake bahasa Jawa (karena dia tidak bisa bahasa “Melayu”, katanya). Tapi dengar dia ngomong Jawa kok kedengarannya aneh. Mirip seperti bhs Spanyol di Meksiko kali ya, bhs Jawa di Suriname jadi stagnan, sementara bhs Jawa di Jawa lebih dinamis dan campur aduk nggak karuan dengan bhs lain… hehehe…

    Like

    • Ikutan nimbrung Pak Alex ya…. saya juga ada pengalaman sama orang Suriname waktu di Belanda. Cucok bgt ngobrol sama Mas Azis. Tapi sedikit aneh, karena bahawa Jawa ngoko gitu, padahal orang Suriname yg bersangkutan usianya lebih tua. Salutnya, bapak tersebut lebih mirip ngobrol pake bahasa Jawa, katanya sekalian belajar juga. Padahal ngomongnya udah cas cis cus… Saya bengong…. agak2 roaming tingkat lokal

      Like

    • hehe, bahasa Sunda gak disebut khawatir nanti yang lain terlalu kagum Pak, hahaha.

      wah mungkin juga seperti itu.. kayanya Spanyol di Spanyol juga mungkin ada terpengaruh sama bahasa sekitar (Perancis dan .Itali)

      Like

    • wiiii manteeppp! mak Indah diplomat ya? keren banget! iya kata suami saya waktu ke US, katanya Spanish udah kaya bahasa kedua. public announcement setelah English biasanya diikuti Spanish ya..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s