Road to MPASI alias Makanan Pendamping ASI – Part I: BLW?

heyloooww.. sebentar lagi umur Raya 6 bulan nih.. sejak Raya masih di dalam perut, saya banyak cari tau tentang MPASI. semuanya didasari dari keinginan saya untuk tidak menurunkan bakat picky-eater kepada anak (oh yes, i’m so picky. i started to eat vegetables when I was in university), bakat makan di emut ketika balita (kata ibu saya, yg ngasuh saya sampe ketiduran pas nyuapin saya, karena udah 2 jam gak abis2 makannya haha), juga melihat pengalaman adik bungsu saya yang baru bisa makan nasi dan lauk pauk ketika dia sudah SMP menjelang SMA, dengan ini saya mencanangkan akan memberikan yang terbaik untuk Raya (ya iyalah, mana ada ibu yang gak ngasih yg terbaik hehe).

catatan: apa yg saya tulis disini terbatas pada pengetahuan saya saja.. benar2 IMHO and please CMIIW 🙂

so, apa itu MPASI?

MPASI, seperti yang sudah saya uraikan di judul, adalah Makanan Pendamping ASI. karena namanya juga pendamping, maka ASI (atau Susu Formula) masih menjadi asupan yang utama. standar WHO untuk pemberian makanan tambahan adalah ketika usia bayi 6 bulan. tapi di beberapa negara maju, seperti Kanada, Swedia, dll pemberian MPASI boleh dimulai sejak usia 4 bulan. kenapa WHO menetapkan 6 bulan? selain karena mempertimbangkan kematangan organ pencernaan, mengurangu resiko alergi, membentuk antibodi yg cukup dari ASI,  salah satunya adalah karena mengacu pada kondisi sanitasi dan higienitas yg kurang baik di negara berkembang dimana MPASI diberikan “selambat” mungkin untuk mencegah resiko penyajian MPASI yang dimungkinkan kurang bersih. oleh karena itu, di beberapa negara maju yang memang kondisi kebersihan dan kesehatannya sudah lebih baik dari negara berkembang, standar untuk pemberian MPASI dilakukan  pada bayi di rentang usia 4-6 bulan (dengan syarat, bayi sudah memperlihatkan tanda-tanda yang cukup).

Breast milk or formula is the only food your newborn needs. Within four to six months, however, your baby will begin to develop the coordination to move solid food from the front of the mouth to the back for swallowing. At the same time, your baby’s head control will improve and he or she will learn to sit with support — essential skills for eating solid foods.

Most babies are ready to begin eating solid foods as a complement to breast-feeding or formula-feeding between ages 4 months and 6 months. If you’re not sure whether your baby is ready, ask yourself these questions:

  • Can your baby hold his or her head in a steady, upright position?
  • Can your baby sit with support?
  • Is your baby interested in what you’re eating?

If you answer yes to these questions and you have the OK from your baby’s doctor or dietitian, you can begin supplementing your baby’s liquid diet.

Sumber: http://www.mayoclinic.com/health/healthy-baby/PR00029

kalo menurut saya pribadi sih, sesuaikan dengan kondisi dimana kita tinggal. kalo di Indonesia, pastinya sebisaaaaa mungkin ASI eksklusif selama 6 bulan. untuk yg tinggal di negara2 lain, silakan disesuaikan dengan anjuran dan guideline masing2.

trus Raya kapan dikasih makan? karena di Swedia rentang antara-nya untuk solid food adalah 4-6 bulan, saya ditanya oleh bidan waktu kontrol Raya umur 4 bulan, tapi kemudian saya bilang bahwa sepertinya saya belum ingin memberikan tambahan untuk bayi saya. karena growth chart Raya yang bagus, bidannya bilang OK. dari awal juga dia udah bilang, I will tell you about food when Raya is 4 months, but it’s up to you if you want to give it at that time or not. you can wait, but no later than 6 months.

pun ketika Raya 5 bulan, saya ditanya lagi, saya bilang saya masih ASI, but I will surely start several weeks from now. sebenernya, mengulang paragraf pertama saya di awal, alasan saya untuk menunda hingga 6 bulan selain karena pertimbangan kesiapan anak, juga kesiapan dari diri saya. saya ingin membekali mental dan pengetahuan saya sebanyak yang saya bisa, untuk kemudian memulai MPASI. mental terutama, saya merasa saat pemberian makanan tambahan bagi Raya adalah salah satu milestone yang besar dalam tahap perkembangan hidupnya. ada rasa grogi, takut, terharu… karena itulah saat dimana Raya tidak lagi hanya tergantung pada ASI saya :’)

sebelum Raya lahir, saya sudah tertarik dengan metode BLW (Baby-Led Weaning). kebetulan salah satu teman saya menerapkan itu pada anaknya, jadi saya mulai lah browsing sana-sini tentang metode ini. secara singkat, metode ini adalah metode pemberian makanan padat pada bayi dengan membiarkan bayi makan sendiri (diawali dengan finger food) dan men-skip bentuk puree atau bubur.

berikut beberapa manfaat BLW:

  • membuat bayi mengeksplorasi rasa, tekstur, warna dan bau suatu makanan
  • mendorong rasa kepercayaan diri dan kemandirian si bayi, memberikan kontrol sepenuhnya pada bayi kapan dia kenyang dan berhenti makan (yang mana, ternyata secara natural kontrol ini sudah dimiliki bayi lho.. coba perhatikan bayi menyusui, dia akan melepaskan puting ketika dia sudah merasa kenyang, kan)
  • membantu bayi untuk mengembangkan motoriknya terutama koordinasi mata-tangan dan juga belajar untuk mengunyah
  • bayi bisa makan bersama dengan orang tuanya

sumber: http://baby-led.com/

sumber Indonesia: http://babyledweaning-indonesia.blogspot.com/

sementara kekurangan dari metode ini sejauh yang saya dapat:

  • expect the mess! situasi makan akan super berantakan karena anak belajar makan sendiri.
  • tidak bisa menikmati mesra-nya menyuapi anak (hehe, i second this. tidak bisa dipungkiri menyuapi anak memang rasanya romantisss :P)

lalu bagaimana dengan nutrisi?

katanya: jangan khawatir, sampai umur 1 tahun, bayi memang masih belajar makan. ada yang bilang: food is for fun until 1! karena asupan nutrisi masih sangat bergantung pada ASI atau susu formula. walaupun, pada kenyataannya sih saya juga deg-degan hehehe.

trus, gak takut kesedak tuh, bayi baru belajar makan langsung dikasih finger food?

bayi itu pinter lho, dia punya refleks untuk melepehkan makanan yang dirasa kegedean dari mulutnya. daaann, selama bayi duduk tegak ketika makan, insyaAllah gak akan kesedak. kalo sekedar “oeekk oekk”, itu namanya bukan kesedak (choking), melainkan gagging (refleks melepeh).

lalu, laluuuu bagaimana dengan Raya?

rencananya sih, saya akan memperkenalkan BLW dan juga metode konvensional dengan sendok.. nantinya, saya akan membiarkan Raya “memilih” mana yang nyaman untuk dia. rencana sih begituuuu.. kita liat aja pelaksanaannya gimana hehe.

in the end, i just want to say, EVERY MOM KNOWS WHAT IS BEST FOR THEIR CHILD. and so does their child, hehehe!

4 thoughts on “Road to MPASI alias Makanan Pendamping ASI – Part I: BLW?

    • hahaha.. bahasa enggris kacaww. sengaja dibikin ambigu sih hehe.. maksudnya, setiap anak tau yg terbaik buat dirinya sendiri. and so does their child, knows what is best for them, tinggal gimana ortu yg mengarahkan 😛
      *teori banget ya hakshakshaks

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s