Road to MPASI alias Makanan Pendamping ASI – Part II

yuk mari lanjuuuttt…

oke, masih tentang BLW.. keliatannya simple banget ya metode BLW ini? eits tunggu dulu, gak ada metode yang tanpa tantangan. jadi kembali lagi, apapun metode-nya, asal kita konsisten dan sepenuh hati insyaAllah lancar, aamiin!

berikut ini adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam ber-BLW

DO’s

  • mulai ajak bayi untuk ikut berpartisipasi dalam acara makan keluarga sejak dini. bayi tidak perlu  ikut makan dan orang tua dapat menunggu sampai usia bayi 6 bulan.
  • posisi duduk bayi harus tegak! hal ini untuk mencegah resiko tersedak pada bayi. kalo bayi belum bisa duduk tegak gimana? bisa dimulai dengan dipangku dulu, atau pake high chair yang lumayan menopang sehingga posisi bayi bisa tegak.
  • mulai dengan finger food (makanan yang mudah digenggam) dan tekstur cukup lembut (boleh soft cooked, mudah dihisap, dll).
  • tetap perhatikan variasi dalam makanan (rasa, warna, tekstur, nutrisi), asal jangan berlebihan dan membuat bingung.
  • coba tawarkan kembali makanan yang awalnya sempat ditolak. bayi seringkali mengubah pikirannya dan memakan makanan yang tadinya ia tidak mau.
  • ASI (atau sufor) tetap yang utama. jangan lupa air putih. awalnya, bayi BLW hanya akan mengeksplor dan sedikit yang akan masuk mulut. lama kelamaan, jumlah makanan yang diasup akan bertambah dan porsi ASI/sufor pun akan berkurang seiring dengan itu.
  • siap-siap bahwa acara makan akan sangat berantakan! bisa diakali dengan menyiapkan lembaran plastik sebagai alas makan sehingga acara bersih-bersih jadi lebih mudah.
  • yang punya bakat food intolerance atau alergi, tetap diperhatikan ya.. sebagaimana pemberian MPASI pada umumnya (4 days rule, atau pemberian makanan yang sama berturut2 dalam 4 hari untuk melihat apakah ada efek atau tidak).

DONT’s

  • no junk food, no gulgar, no pengawet (standar MPASI biasa lah)
  • jangan tawarkan makanan pada bayi yang kelaparan, karena pasti dia akan cranky dan lebih memilih untuk menyusu.
  • jangan mengganggu konsentrasi bayi yang sedang makan, dan jangan memaksa untuk mempercepat/menghabiskan makanan, biarkan dia menikmati sendiri.
  • jangan memasukkan makanan ke dalam mulut bayi, biarkan dia mengontrol sendiri untuk menghindarkan resiko tersedak sekaligus melatih kemampuannya dalam memegang makanan. ingat bahwa semua keputusan ada di tangannya!
  • jangan memaksa bayi untuk makan lebih dari yang ia inginkan. jika bayi mulai menangis, membuang makanan atau terlihat tidak tertarik lagi, itu artinya waktu makan sudah selesai.
  • jangan pernah meninggalkan bayi makan sendirian tanpa diawasi.

sumber: http://www.rapleyweaning.com/assets/blw_guidelines.pdf

berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, maka saya pun mulai menyusun strategi *duilee strategi

mengingat masa MPASI Raya yang makin dekat, saya pun mulai membiasakan dia untuk duduk di kursi makan dan menemani saya makan. maksudnya, supaya kelak ketika waktunya makan dia gak bingung dan langsung paham bahwa ketika dia duduk disitu adalah waktunya untuk makan.

berdasarkan buku BLW, perkembangan tiap bayi tidak sama. ada yang mulai memasukkan makanan ke dalam mulut ketika umur 7 bulan, atau lebih awal. gerakan memasukkan makanan ke dalam mulut merupakan salah tanda bahwa pencernaan bayi sudah siap. saya pun mulai menanamkan statement ini dalam diri saya dan bersiap dengan kemungkinan bahwa Raya belum tentu akan langsung makan ketika ditawari makanan.

naaaahhhh, singkat cerita.. 10 hari sebelum Raya 6 bulan, saya pun “iseng” naro plum utuh ke atas tray kursi makannya. buat latian gituuu. toh sama dia juga belum tentu dimakan. eehh bener ternyata sama Raya cuma dilirik aja sekilas (belakangan saya baru sadar kalo saya ngasih buahnya gak lama setelah dia nenen *ingat salah satu rule BLW, jangan terlalu dekat/jauh jarak pemberian makan dengan minum susu! – plus ngasih buahnya juga gak dipotong dulu hehe).

2 hari setelahnya, percobaan kedua, waktu saya lagi masak di dapur, Raya nemenin sambil duduk di kursi makannya. habis itu saya taruh buah plum (kali ini diiris) di atas tray-nya. entah karena waktunya yang tepat atau bentuknya yang sudah sesuai, ternyata Raya memasukkan irisan buah plum ke dalam mulutnya! *terharu..

detik-detik memasukkan ke dalam mulut…

awalnya dia nyengir, tapi terus ngisep2 dan keliatan menikmati… saya pun mulai berpikir, mungkin Raya udah siap untuk makan? sorenya, kebetulan online sama Enin dan Engki-nya Raya, sekalian lah itu show atraksi makan buah plum lagi (ngetes juga, yang tadi siang kebetulan ato enggak). eeehhh, malah udah bisa gigit dan ngunyah loh dia! she really leads her way to start enjoying the food at that time.

nyam nyam nyammmmmmm

langsung deh inspeksi pup-nya Raya keesokan harinya. ternyata lambungnya udah mulai mencerna.. buah plum udah nyaris gak keliatan, tinggal kulitnya aja yang masih kentara xixixixi (jorki dikit gpp yeee). jadi inget juga panduan di buku BLW bahwa salah satu keuntungan ber-BLW adalah pencernaan menjadi lebih optimal karena adanya enzim pencernaan dalam air liur yang bekerjanya terjadi ketika proses mengunyah.

maka dari itu, resmi lah Raya curi start seminggu sebelum dia 6 bulan hehehe. bismillah, saya percaya bahwa memang dia sudah siap. dan semua tanda2 baik “masuk” maupun “keluar” semuanya menunjukkan hasil positif. walaupun gitu, saya belum ngasih rutin, sementara ini dia baru makan 3x: nyoba plum, jeruk, dan alpukat. nunggu sampe bener-bener 6 bulan baru mulai menyusun menu BLW yang baik dan benar. nah, berhubung besok Raya udah resmi 6 bulan, saya udah mulai puter otak deh. rencananya sih: labu siam, zucchini, lobak, brokoli (brokoli banyak mengandung nitrat, katanya sih lebih baik pemberian di atas 8 bulan – tapi saya pernah baca di salah satu forum homemade mpasi: ngasih brokolinya kan juga gak sekarung kan? insyaAllah gpp, aamiin!). sisanya dipikir lagi begitu nyampe indonesia :mrgreen:

ada madzhab MPASI yang bilang 6 bulan sebaiknya full buah (karena buah paling mudah dicerna), ada juga yang bilang sayur (supaya kenal rasa hambar dulu). kalo saya sih rencananya mix buah dan sayur tapi yang rasanya gak terlalu manis hehe (apel dan pir boleh lahhh). karbo insyaAllah mulai 7 bulan.

kenapa gak pake 4-days rule untuk ngetes alergi?

justru, karena Raya punya bakat alergi, i’ll know it right away misalnya dia ada kecenderungan alergi pada suatu jenis makanan. gak perlu nunggu 4 hari, 2 jam juga udah keliatan 😦

bismillah.. selamat menapak milestone yang baru dalam hidupmu ya, nak.. ibu sayang Raya :*

13 thoughts on “Road to MPASI alias Makanan Pendamping ASI – Part II

    • heeyyy ibu baruuuu hehe. insyaAllah kalo ada resep akan dibagiii.. tapi kalo ternyata bakal nerusin BLW mah gak tau bakal ada resep gak ya hehe. selamat yah nggun buat bayi cantiknya 🙂

      Like

  1. sy coba pake blw buat babyku umur 6 bln.sy ksh wortel,kok pupnya msh berbtk wortel ya?apa pencernaan blm siap?atau wortel terlalu keras ya?kl wortel direbus lama sampe empuk apa ga hilang vit nya? buku blw apa y judulnya?

    Like

    • hi mbak anita..

      untuk masalah potongan buah yang masih utuh itu, belum kebukti apakah karena tidak tercerna atau bukan. karena katanya, bayi yang makan bubur pun bisa jadi sebenarnya dia keluar lagi dalam bentuk yang sama. hanya saja karena bentuknya lebih cair dan halus jadi gak keliatan.
      sebenernya sih, manusia dewasa pun kalo makan makanan tertentu masih suka keliatan bentuknya kan? hehe.. insyaAllah gpp mbak 🙂

      sayur biasanya aku kukus mbak, dengan asumsi vitamin tidak terlalu banyak yg hilang karena kan gak larut dalam air hehe. buku BLW covernya biru, tulisannya besar BABY LED WEANING. bisa dipesen online ke yg nerjemahkan. silakan dicek kesini: http://babyledweaning-indonesia.blogspot.se/p/buku-blw.html

      Like

  2. Heyhoo mbak Riana, kebetulan aku sudah njalanin blw untuk baby ku yang sekarang usianya 10bln:)
    Boleh di share mbak, gimana perjalanan blw nya sampai tahap masuk ke makanan keluarga?

    Raya mulai tertarik makanan *the real food* sejak usia berapa ya mbak?

    Anakku sampai usia 10bln belum tertarik makan; belum sadar kalau makanan itu mengenyangkan ya ~ seperti info di bukunya.
    Lumejen worry nih karena orang2 sekitar mulai judging “ibunya gak ngasih makan anaknya”  *nyokap sih tepatnya

    So please share ya mbak

    Like

    • heyloooo mbak Venii..

      maap baru dibales… sejak umur 11 bulan Raya udah table food mbak. dia bisa makan seperti apa yang kita makan, dengan versi no gul-gar.
      tapi tiap anak kan beda2 ya mbak.. yang penting selama ini ada progress nya kan? so, cepat atau lambat pasti mulai merasakan ketertarikan kepada makanan deh 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s